Blog

Home / Blog

Cara Memakai Full Body Harness yang Benar & Aman

Kesalahan dalam cara memakai full body harness dapat membuat alat ini tidak berfungsi secara optimal. Padahal, full body harness (FBH) dirancang untuk melindungi pekerja dari risiko jatuh saat bekerja di ketinggian. Oleh karena itu, penting bagi setiap pekerja untuk memahami langkah pemakaian FBH yang benar sesuai standar keselamatan kerja (K3).


Langkah-Langkah Cara Memakai Full Body Harness yang Benar

1. Periksa Kondisi Full Body Harness Sebelum Dipakai

Sebelum digunakan, lakukan inspeksi menyeluruh untuk memastikan FBH dalam kondisi layak. Periksa hal-hal berikut:

  • Webbing tidak sobek, kusut, atau memudar

  • Buckle berfungsi dengan baik

  • Jahitan tidak terlepas

  • D-ring tidak berkarat atau longgar

Inspeksi ini wajib dilakukan setiap hari sebelum bekerja di ketinggian.


2. Pegang Harness dari D-Ring

Angkat full body harness dari dorsal D-ring.
Langkah ini membantu memastikan seluruh tali terurai dengan baik dan tidak dalam kondisi terpelintir atau kusut.


3. Kenakan Harness Seperti Rompi

Gunakan FBH seperti memakai jaket atau rompi:

  • Masukkan kepala dan tangan dengan benar

  • Pastikan shoulder strap berada di posisi rata

  • Tidak ada tali yang terlipat atau terpuntir

Posisi awal yang tepat memudahkan penyesuaian di tahap berikutnya.


4. Pasang dan Sesuaikan Leg Strap

Kaitkan leg strap di masing-masing paha. Pastikan:

  • Tidak terlalu longgar (berisiko terlepas saat jatuh)

  • Tidak terlalu kencang (dapat mengganggu peredaran darah)

Rule of thumb: masih muat dua jari, tetapi tidak longgar.


5. Kencangkan Chest Strap

Posisikan chest strap di area dada bagian tengah.
Hindari posisi:

  • Terlalu tinggi hingga mendekati leher

  • Terlalu rendah ke arah perut

Chest strap yang tepat membantu menjaga stabilitas tubuh saat bekerja di ketinggian.


6. Atur Panjang Shoulder Strap

Pastikan shoulder strap:

  • Rapat namun tetap nyaman

  • Tidak menggantung terlalu longgar

Full body harness yang terlalu longgar dapat menyebabkan posisi jatuh yang berbahaya.


7. Lakukan Final Check (Pengecekan Akhir)

Sebelum mulai bekerja, lakukan pemeriksaan terakhir:

  • Semua buckle terkunci sempurna

  • Semua tali rata dan tidak terbelit

  • D-ring berada di antara tulang belikat

  • Leg strap dan chest strap sudah sesuai

Disarankan menggunakan buddy system, yaitu meminta rekan kerja melakukan pengecekan ulang.

Baca Juga: Rahasia Rumah Tahan Gempa Ala Jepang


Kesimpulan

Full body harness merupakan alat keselamatan vital untuk pekerjaan di ketinggian. Memahami cara memakai full body harness yang benar memastikan alat ini dapat bekerja optimal dalam melindungi pekerja dari risiko jatuh. Keselamatan kerja bukan hanya soal menggunakan APD, tetapi juga tentang cara pemakaian yang tepat dan disiplin menjalankan prosedur K3.