Indonesia menjadi bagian 10 negara manufaktur terbesar di dunia. Publikasi terbaru dari safeguardglobal.com mencatat bahwa Indonesia berada di posisi ke-7 sebagai kontributor sebesar 1,4 persen dari produk manufaktur global. Dari data World Bank menunjukan nilai tambah dari industri manufaktur global mencapai US$16,33 triliun pada tahun 2022. Adapun, nilai tersebut bertambah dari tahun 2021 yang mencapai US$15,96 triliun.
Daftar 10 Negara Manufaktur Terbesar di Dunia
China
Sebagai negara dengan populasi lebih dari 1,4 miliar jiwa, China menempati posisi puncak sebagai produsen manufaktur global. Negara ini menyumbang US$4,9 triliun atau 28,7% dari total output manufaktur dunia. Dengan ongkos industri yang rendah, tenaga kerja yang melimpah, serta kualitas produksi yang kuat, China unggul sekitar 10 persen dibandingkan Amerika Serikat. Kombinasi ekonomi, kewirausahaan, dan lokasi strategis menjadikan China sebagai lokasi ideal untuk bisnis industri.
Amerika Serikat
Manufaktur menjadi bagian penting dari pertumbuhan ekonomi di AS, menyumbang 11,6% terhadap GDP nasional. Di tingkat global, Amerika Serikat berkontribusi sebesar US$2,4 triliun atau 16,8% dari nilai tambah manufaktur dunia, menjadikannya produsen terbesar kedua setelah China.
Jepang
Sebagai negara industri maju, Jepang berkontribusi sebesar US$1 triliun atau 7,5% terhadap output manufaktur global. Industri ekspor utamanya mencakup elektronik konsumen, otomotif, komputer, logam (besi, baja, tembaga), dan semikonduktor.
Jerman
Negara dengan sistem pasar bebas ini menjadi tulang punggung manufaktur Eropa. Jerman menyumbang US$751 miliar atau 5,3% dari total nilai tambah manufaktur global. Industri barang konsumsi dan bisnis yang kuat membuat Jerman bertahan sebagai salah satu produsen manufaktur teratas dunia.
India
Dengan populasi lebih dari 1,3 miliar jiwa, India memiliki potensi besar di sektor manufaktur. Kontribusinya mencapai US$450 miliar atau 3,1% terhadap output manufaktur global. Tenaga kerja yang melimpah dan sumber daya alam menjadi keunggulan utama India di sektor ini.
Korea Selatan
Berfokus pada teknologi dan ekspor produk bernilai tinggi, Korea Selatan mencatat nilai tambah manufaktur sebesar US$426 miliar atau 3% dari total dunia. Produk ekspor utamanya meliputi peralatan listrik, kendaraan bermotor, produk minyak bumi, serta suku cadang dan aksesori otomotif.
Italia
Italia dikenal dengan industri barang-barang logam, tekstil, dan otomotif. Pada tahun 2022, industri manufakturnya menghasilkan US$283 miliar atau 2,1% dari output manufaktur global.
Prancis
Sebagai pelopor dalam sektor tenaga industri dan produsen pertanian utama di Eropa, Prancis berkontribusi sebesar US$259,4 miliar atau 1,9% dari output manufaktur global.
Inggris
Meski manufaktur bukan sektor utama, Inggris tetap menjadi pusat perekonomian global. Negara ini mencatat output manufaktur sebesar US$259,3 miliar atau 1,8% dari total global.
Indonesia
Indonesia masuk ke jajaran 10 besar manufaktur dunia dengan kontribusi US$241 miliar atau 1,6% dari output global. Produk ekspor utama Indonesia mencakup bahan bakar mineral, minyak dan turunannya, lilin mineral, serta lemak dan minyak hewani/nabati. Dengan tren pertumbuhan saat ini, Indonesia dinilai memiliki potensi untuk menyaingi India dan China di masa depan.
📩Konsultasi sekarang dan temukan solusi terbaik untuk keselamatan Anda!
📞 WhatsApp/Telp: +62 877 6769 5232
🌐 Website: www.i-safe.id
🛒 E-commerce : www.taga.co.id